Pemeriksaan Laboratorium

Hematologi adalah ilmu tentang darah dan jaringan pembentuk darah yang merupakan salah satu system organ terbesar di dalam tubuh.Fungsi pemeriksaan hematologic adalah untuk mendefinisikan sel darah atau pigmen darah yang normal dan abnormal serta menentukan sifat kelainan tersebut.Pemeriksaan laboratorium hematologi sangat penting untuk mengetahui kesejahteraan pasien secara keseluruhan.

  • Hematologi rutin (CBC)
    • Hematologi rutin adalah pemeriksaan darah yang menilai komponen sel darah meliputi konsentrasi, variasi, persentasi dan kualitas dari seluruh komponen darah.
    • Pemeriksaan CBC bertujuan untuk mendeteksi kelainan hematologi seperti anemia atau leukimia, pendarahan, penyakit infeksi yang menyebabkan penurunan jumlab leukosit dan hitung jenisnya dan juga mengetahui kelainan sistemik pada tubuh.
    • Sample: Plasma/EDTA
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Erythrocyte sedimentation rate / LED / ESR
    • ESR atau Laju endap darah adalah kecepatan sel darah merah mengendap di dalam tabung dengan satuan mm/jam
    • Pemeriksaan ESR/LED bertujuan untuk memantau peradangan atau infeksi di dalam tubuh, kelainan kekebalan tubuh, diabetes, TBC, anemia dan kanker.
    • Sample: Plasma/EDTA
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Peripheral blood film / Hapusan darah tepi
    • Hapusan darah tepi adalah tindakan diagnostic yang digunakan dalam evaluasi dan diagnosis berbagai kondisi medis. 3 komponen utama, trombosit, leukosit dan eritrosit yang akan diperiksa oleh teknisi laboratorium atau dokter specialis patologi klinik
    • Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelainan darah, anemia, penyakit kuning, nyeri tulang, penurunan berat badan atau gejala flu berulang
    • Sample: Plasma/EDTA
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Blood group / golongan darah and rhesus
    • Golongan darah dikelompokkan menjadi tipe A, B, AB atau O dan status rhesus juga dikelompokakan negative dan positif.
    • Pemeriksaaan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya inkompabilitas darah yang terjadi pada saat transfusi darah
    • Sample: Plasma/EDTA
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Bleeding time (waktu pendarahan)
    • uji laboratorium untuk menentukan lamanya tubuh menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratoris. Pemeriksaan ini mengukur hemostasis dan koagulasi
    • Sample: -
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Clotting time (waktu pembekuan)
    • Waktu pembekuan (clotting time, CT) merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses pembekuan darah. Test waktu pembekuan digunakan untuk menentukan lamanya waktu yang diperlukan darah untuk membeku.
    • Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembekuan darah
    • Sample: -
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Prothrombin time / PT
  • Activated partial thromboplastin time / APTT
  • PT-INR
  • Aggregasi thrombosit / TAT
    • TAT merupakan pemeriksaan yang menunjukkan tingkat kemampuan darah uktuk menggumpal.
    • Pemeriksaan ini betujuan untuk mendeteksi gangguan fungsi trombosit seperti Von Wilbrand’s disease, sindrom Bernard-Soulier, memantau terapi anti thrombosis, memantau penderita resiko penyakit thrombosis seperti diabetes dan obesitas dan berperan penting dalam penyakit penyumbatan pembuluh darah
    • Sample: Citrate
    • Persiapan khusus: Puasa 8-10 jam dan berhenti mengkonsumsi obat pengencer darah sekurang kurangnya 10 hari kecuali atas anjuran dokter
  • Reticulocyte count
    • Retikulosit adalah eritrosit muda yang sitoplasmanya masih mengandung sejumlah besar sisa-sisa ribosome dan RNA yang berasal dari sisa inti dari bentuk penuh pendahulunya
    • Hitung retikulosit merupakan indikator aktivitas sumsum tulang dan digunakan untuk mendiagnosis anemia
    • Sample: EDTA
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • Hb Electrophoresis / HBEP
    • Elektroforesis hemoglobin adalah tes darah yang dilakukan untuk memeriksa tipe-tipe hemoglobin dalam darah. Terdapat beberapa tipe darah tetapi yang paling umum adalah Hb A, Hb A2 dan Hb F.
    • Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan penyakit abnormal darah seperti penyakit Hemoglobin C, hemoglobinopathy, sickle cell anemia dan thalassemia.
    • Sample: EDTA
    • Persiapan khusus: tidak ada
  • CD4
  • CD4-CD8
  • Factor VIII
  • Factor IX
  • Fibrinogen
  • ICT-Malaria pf/pv
  • Malaria Parasite
  • Transferin
  • G6PD

Darah mengangkut sejumlah besar bahan kimia keseluruh tubuh antar organ dan kedalam jaringan. Bahan kimia ini mencerminan proses metabolisme dan status penyakit. Perubahan konsentrasi bahan kimia tersebut berfungsi untuk menegakkan diagnosis serta untuk merencanakan dan memantau pengobatan.

  • Fungi Hati
    • Total Protein
      • Pemeriksan total protein mengukur total protein yang ada di dalam darah. Total protein terdiri dari 2 major protein yaitu albumin dan globulin
      • Pemeriksaan ini dapat menunjukkan status nutrisi seseorang dan juga untuk membantu diagnosa penyakit hati ataupun ginjal
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: tidak ada
    • Albumin
      • Albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati. Albumin menahan agar darah tidak mengalir keluar dari hati. Albumin juga berfungsi sebagai transporter yang membawa senyawa obat dan kimia melalui darah dan juga penting untuk proses penyembuhan.
      • Pemeriksaan albumin untuk membantu diagnosa kelainan hati atau ginjal dan juga mengevaluasi status nutrisi terutama pasien obname.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • Globulin
      • Globulin adalah kelompok protein yang digunakan untuk produksi antibodi. Beberapa globulin diproduksi di hati, sementara yang lain dibuat oleh sistem kekebalan tubuh
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • Alb/glo ratio
      • albumin/globulin rasio dihitung dari total protein, albumin, globulin. Karena kondisi penyakit dipengaruhi oleh jumlah relative dari albumin dan globulin, makaperhitungan rasiodapat memberikan petunjuk mengenai penyebab perubahan tingkat protein.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • Total bilirubin
      • Pemeriksaan bilirubin total mengukur jumlah total bilirubin dalam darah untuk mengevaluasi fungsi hati atau membantu diagnosis anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah (anemia hemolitik). Bilirubin adalah pigmen kuning yang berasal dari pemecahan sel darah merah atau eritrosit. Secara normal, bilirubin akan dimetabolisme lalu dikeluarkan melalui feses dan urin. Bilirubin dapat masuk ke dalam darah apabila terjadi kerusakan hati. Peningkatan bilirubin dalam darah dapat menyebabkan jaundice/penyakit kuning (warna mata dan kulit menjadi kuning), urin berwarna gelap, atau feses berwarna lebih terang.
      • Pemeriksaan ini berguna untuk memantau gangguan hati dan hemolitik anemia
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • Direct bilirubin
      • Bilirubin Direk adalah bilirubin bebas yang terdapat dalam hati dan tidak lagi berikatan dengan albumin. Bilirubin ini akan dengan mudah berikatan dengan asam glukoronat membentuk bilirubin glukorosida atau hepatobilirubin. Dari hati bilirubin ini masuk kesaluran empedu dan dieksresikan ke usus. DI dalam usus, flora usus akan mengubahnya menjadu urobilirubin untuk kemudian di buang keluar dari tubuh melalui urin dan feses. Bilirubin direk bersifat larut dalam air. Dalam keadaan normal, bilirubin direk ini tidak ditemukan dalam plasma darah. Peningkatan kadar bilirubin direk menunjukkan adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati) atau saluran empedu (batu atau tumor).
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Dianjurkan untuk melakukan puasa
    • Indirect bilirubin
      • Bilirubin indirek disebut juga bilirubin tak terkonjugasi. Disebut bilirubin tak terkonjugasi karena bilirubin ini masih melekat pada albumin dan tidak berada dalam kondisi bebas. Bilirubin jenis ini tidak larut dalam air, karena itu tidak akan di temukan di dalam urin. Nilai normal bilirubin indirek adalah 0,1 – 0,4 g/dt. Peningkatan kadar bilirubin indirek sering dikaitkan dengan peningkatan destruksi eritrosit (hemolisis), seperti pada penyakit hemolitik oleh autoimun, transfusi, atau eritroblastosis fatalis.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Dianjurkan untuk melakukan puasa
    • Alkaline phosphatase (ALP)
      • Fosfatase alkali (alkaline phosphatase, ALP) merupakan enzim yang diproduksi terutama oleh epitel hati dan osteoblast (sel-sel pembentuk tulang baru); enzim ini juga berasal dari usus, ginjal, plasenta dan kelenjar susu. Fosfatase alkali disekresi melalui saluran empedu. Pada orang dewasa sebagian besar dari kadar ALP berasal dari hati, sedangkan pada anak-anak sebagian besar berasal dari tulang. Meningkatnya kadar ALP dalam serum apabila ada hambatan pada saluran empedu (kolestasis).
      • Tes ALP terutama digunakan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati (hepatobiliar) atau tulang.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Dianjurkan untuk melakukan puasa
    • SGOT/AST
      • SGOT atau juga dinamakan AST (Aspartat aminotransferase) merupakan enzim yang dijumpai dalam otot jantung dan hati, sementara dalam konsentrasi sedang dijumpai pada otot rangka, ginjal dan pankreas. SGOT akan dikeluarkan ke dalam aliran darah apabila terdapat kerusakan/cedera organ hati atau sel otot jantung.
      • Pemeriksaan SGOT bertujuan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • SGPT/ALT
      • SGPT atau juga dinamakan ALT (alanin aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukan pada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. Enzim ini dalam jumlah yang kecil dijumpai pada otot jantung, ginjal dan otot rangka. Pada umumnya nilai tes SGPT/ALT lebih tinggi daripada SGOT/AST pada kerusakan parenkim hati akut, sedangkan pada proses kronis didapat sebaliknya
      • Pemeriksaan SGPT bertujuan untuk mendeteksi penyakit hepatitis viral akut, nekrosis hati, infeksi mononuclear, sumbatan empedu, infark miokardia (SGOT>SGPT), pankreatitis, perlemakan hati sirosis biliaris.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • GGT
      • Gamma-glutamil transferase (gamma-glutamyl transferase, GGT) adalah enzim yang ditemukan terutama di hati dan ginjal, sementara dalam jumlah yang rendah ditemukan dalam limpa, kelenjar prostat dan otot jantung. Gamma-GT merupakan uji yang sensitif untuk mendeteksi beragam jenis penyakit parenkim hati. Kebanyakan dari penyakit hepatoseluler dan hepatobiliar meningkatkan GGT dalam serum. Kadarnya dalam serum akan meningkat lebih awal dan tetap akan meningkat selama kerusakan sel tetap berlangsung.
      • Pemeriksaan GGT bertujuan untuk mendiagnosis sirosis hati, nekrosis hati akut dan subakut, alkoholisme, hepatitis akut dan kronis, kanker (hati, pankreas, prostat, payudara, ginjal, paru-paru, otak), kolestasis akut, mononukleosis infeksiosa, hemokromatosis (deposit zat besi dalam hati), DM, steatosis hati / hiperlipoproteinemia tipe IV, infark miokard akut (hari keempat), CHF, pankreatitis akut, epilepsi, sindrom nefrotik
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Fungsi Ginjal
    • Creatinine
      • Kreatinin adalah produk limbah yang dihasilkan oleh otot-otot dari pemecahan senyawa yang disebut creatine. Kreatinin dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal, yang menyaring hampir semua dari darah dan membuangnya melalui Tes ini mengukur jumlah kreatinin dalam darah.
        Creatine dan kreatinin diproduksi oleh tubuh pada tingkat yang relatif konstan. Karena hampir semua kreatinin disaring dari darah oleh ginjal dan dikeluarkan ke dalam urin, kadar darah biasanya merupakan indikator yang baik dari seberapa baik ginjal bekerja. Kuantitas yang diproduksi tergantung pada ukuran orang dan massa otot mereka. Maka, konsentrasi kreatinin akan sedikit lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita dan anak-anak.
      • Tes darah kreatinin digunakan untuk menilai fungsi ginjal. Biasanya di order bersamaan dengan pemeriksaan urea (BUN). Jika kreatinin dan BUN tes ditemukan abnormal atau jika seseorang memiliki penyakit yang mendasari yang diketahui mempengaruhi ginjal, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, maka kreatinin dan BUN tes dapat digunakan untuk memantau disfungsi ginjal dan efektivitas pengobatan. kreatinin darah dan tes BUN juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal sebelum beberapa prosedur, seperti CT (computed tomography) scan, yang mungkin memerlukan penggunaan obat-obatan yang dapat merusak ginjal.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengkomsumsi daging sebelum pemeriksaan dapat meningkatkan kadar kreatinin
    • Urea
      • Kadar Urea darah atau tes BUN (Blood Urea Nitrogen)yang biasa diperiksa bersamaan dengan tes kreatinin, untuk mengevaluasi fungsi ginjal,membantu mendiagnosa penyakit ginjal, dan untuk memantau seseorang dengan disfungsi ginjal akut atau kronis atau gagal. Hal ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi status kesehatan umum.
      • Urea adalah produk limbah yang terbentuk di hati ketika protein dimetabolisme. Urea dilepaskan oleh hati ke dalam darah dan dibawa ke ginjal, di mana akan disaring keluar dari darah dan dilepaskan ke dalam urin. Karena ini adalah proses yang berkelanjutan, biasanya akan terdapat kadar urea yang kecil dalam darah. Namun, bila ginjal tidak dapat menyaring limbah dari darah karena penyakit atau kerusakan, maka tingkat urea dalam darah akan meningkat.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Tidak ada
    • Uric acid
      • Asam urat diproduksi dari pemecahan senyawa Purin adalah senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA kita. Seperti sel-sel tua dan mati, mereka memecah, melepaskan purin dalam darah. Pada tingkat lebih rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin,, kacang-kacangan dan minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besar asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, dengan sisanya dieliminasi dalam feses. Tes ini mengukur tingkat asam urat dalam darah atau urine.

        Jika terlalu banyak asam urat diproduksi atau tidak cukup diekskresikan, dapat terakumulasi dalam tubuh, menyebabkan tingkat meningkat dalam darah (hyperuricemia). Kehadiran asam urat berlebih dapat menyebabkan gout, suatu kondisi yang ditandai oleh peradangan pada sendi karena pembentukan kristal asam urat di sendi (synovial) cairan. asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, menyebabkan batu ginjal atau gagal ginjal.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa 10-12 jam (Air putih diperbolehkan)
    • Cystatin C
      • Cystatin C adalah protein berukuran kecil yang terdapat di dalam sel di seluruh tubuh dan ditemukan dalam berbagai cairan tubuh, termasuk darah. Cystatin C disaring dari darah oleh ginjal, dan dipecah pada tingkat yang konstan. Tes ini mengukur jumlah cystatin C dalam darah untuk membantu mengevaluasi fungsi ginjal.
        Cystatin Cdigunakan sebagai alternatif untuk pemeriksaan kreatinin dan memonitor disfungsi ginjal pada orang-orang yang menderita penyakit ginjal. Pemeriksaan ini sangat berguna dalam kasus-kasus di mana pengukuran kreatinin tidak tepat, misalnya, pada mereka yang memiliki sirosis hati, obesitas, kurang gizi, atau telah mengurangi massa otot.
      • Sample: Serum
      • Perisapan Khusus: Tidak ada
    • Phosphate (PO4)
      • Fosfor adalah mineral yang bergabung dengan zat lain untuk membentuk senyawa fosfat organik dan anorganik.
        Fosfat sangat penting untuk produksi energi, otot dan fungsi saraf, dan pertumbuhan tulang. Mereka juga memainkan peran penting sebagai penyangga, membantu menjaga keseimbangan asam-basa tubuh.

        Pemeriksaan fosfor sering diperiksa bersamaan dengan tes lain, seperti kalsium, hormon paratiroid (PTH), dan / atau vitamin D, untuk membantu mendiagnosa dan / atau memantau pengobatan berbagai kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan kalsium dan fosfor.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa 10-12 jam (Air putih diperbolehkan)
    • eGFR
      • laju filtrasi glomerulus (GFR) adalah pemeriksaan untuk mengukur fungsi ginjal. Tes ini mengukur tingkat kreatinin dalam darah dan menggunakan hasilnya dalam rumus untuk menghitung angka yang mencerminkan seberapa baik ginjal berfungsi. Pemeriksaan ini dihitung dan ditentukan berdasarkan hasil tes kreatinin darah bersama dengan variabel lain seperti usia, jenis kelamin, dan ras.

        Laju filtrasi glomerulus yang (eGFR) digunakan untuk mendeteksi dan kerusakan ginjal dini, untuk membantu mendiagnosa penyakit ginjal kronis dan untuk memantau status ginjal
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa.
    • Umalb (Urine Microalbumin)
      • Pemeriksaan Umalb mendeteksi dan mengukur jumlah albumin dalam urin. Kehadiran sejumlah kecil albumin dalam urin dapat menjadi indikator awal penyakit ginjal.

        Pemeriksaan Umalb digunakan untuk mendeteksi dini penyakit ginjal padaindividu dengan kondisi penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi).
      • Sample: Urine
      • Persiapan khusus: Tidak melakukan aktifitas berat sebelum pengambilan sample
  • Diabetes
    • Fasting Glucose
      • Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
      • Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.
      • Sample: Plasma (fluoride)
      • Persiapan Khusus: Puasa
    • Random glucose
      • Pemeriksaan kadar gula darah tanpa melakukan puasa atau waktu makan terakhir.
      • Pemeriksaan glukosa darah sewaktu dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi dan koma
      • Sample: Plasma (fluoride)
      • Persiapan Khusus: Tidak ada
    • 2HPPBS
      • Pemeriksaan ini ditujukan untuk diagnosis penyakit Diabetes Mellitus. Pengambilan sample dilakukan 2 jam setelah mengkomsumsi makanan yang setara dengan 75gram glukosa.
      • Sample: Plasma (fluoride)
      • Persiapan Khusus: Pengambilan sample dilakukan 2 jam setelah mengkomsumsi makanan
    • GTT (3s)
      • Pemeriksaan ini ditujukan untuk diagnosis penyakit Diabetes Mellitus.
        Dilakukan 3 kali pengambilan sample:
        Sample 1: puasa
        Sample 2: 1 jam setelah minum cairan glukosa 75 gram
        Sample 3: 2 jam setelah minum cairan glukosa 75 gram
      • Sample: Plasma (fluoride)
      • Persiapan Khusus: Puasa
    • Hba1c
      • Hemoglobin A1c, juga disebut A1C atau hemoglobin terglikasi, adalah gugus heterogen yang terbentuk dari reaksi kimia antara glukosa dan hemoglobin. PemeriksaanA1c mengevaluasi jumlah rata-rata glukosa dalam darah selama 2 sampai 3 bulan terakhir dengan mengukur persentase terglikasi (glikosilasi) hemoglobin. Pemeriksaan HbA1c perlu dilakukan pada awal terdiagnosa DM. Pemeriksaan ini juga sangat diperlukan dalam upaya manajemen DM yang optimal untuk memperkecil risiko komplikasi diabetes.
      • Sample: EDTA
      • Persiapan Khusus: Tidak Ada
  • Cardiovascular
    • Apo-A1
      • Apo A-I adalah protein yang memiliki peran khusus dalam metabolisme lemak dan merupakan komponen protein utama dalam HDL. HDL menghilangkan kelebihan kolesterol dari sel dan membawanya ke hati untuk daur ulang dan dibuang. Tingkat apo A1 cenderung naik dan turun dengan tingkat HDL, dan kekuranganapo A-1 berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Apo A1 diperiksa bersamaan dengan apolipoprotein B (apo B) untuk menentukan Ratio apo B / apo A1. Rasio ini digunakan sebagai alternatif untuk total rasio kolesterol / HDL untuk mengevaluasi risiko penyakit jantuk coroner. Pemeriksaan Apo A1 dianjurkan bagi individu dengan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi (hiperlipidemia) dan/atau riwayat keluarga penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa 10-12 jam
    • Apo-B
      • Apo B adalah protein yang memilki peran dalam metabolisme lipid dan merupakan konstituen protein utama lipoprotein seperti very low-density lipoprotein (VLDL) dan low-density lipoprotein (LDL) yang dikenal dengan “kolesterol jahat". Konsentrasi apo B cenderung mencerminkan kadar LDL
        Apolipoprotein B (apo B) tes yang digunakan, bersama dengan tes lipid lainnya, untuk membantu menentukan risiko penyakit jantung coroner. Test ini dianjurkan apabila seseorang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung dan / atau kolesterol tinggi dan trigliserida (hiperlipidemia). Ini dapat dilakukan, bersama dengan tes lainnya, untuk membantu mendiagnosa penyebab kadar lemak yang abnormal, terutama ketika seseorang memiliki kadar triglyceride tinggi
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa 10-12 jam
    • Ratio ApoB/A1
      • Pemeriksaan ratio ApoB/A1 adalah untuk mengevaluasi besarnya resiko penyakit jantung coroner.

          Low Risk Moderate Risk High Risk
        Men 0.40 - 0.69 0.70 - 0.89 0.90 - 1.10
        Women 0.30 - 0.59 0.60 - 0.79 0.80 - 1.00

        Adapted from AMORIS and INTERHEART studies.

      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Puasa 10-12 jam
    • Hs-CRP
      • CRP adalah protein yang terdapat di dalam tubuh apabila terjadi infeksi. Namun, peningkatan konsentrasi CRP dalam jumlah kecil dan perlahan lahan terjadi apabila terjadi proses atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Pemeriksaan Hs-CRP dapat mendeteksi konsentrasi yang sangat rendah yang berkaitan dengan proses atherosclerosis tersebut.
      • Sample: Serum
      • Persiapan Khusus: Tidak ada persiapan khusus
    • Total Cholesterol
      • Pemeriksaan total cholesterol adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar cholesterol dalam darah. Kadar cholesterol tinggi berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit jantung coroner. Ini dikarenakan cholesterol akan menempel di dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau dikenal dengan atherosclerosis.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
    • HDL
      • Pemeriksaan HDL cholesterol adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar HDL dalam darah. HDL cholesterol juga disebut sebagai “cholesterol baik” karena berfungsi membawa kelebihan cholesterol dari darah menuju kehati untuk diproses dan dibuang. Pemeriksaan ini berfungsi untuk menentukan resiko penyakit kardiovaskular
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
    • LDL
      • Pemeriksaan HDL cholesterol adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar LDL dalam darah. LDL cholesterol juga disebut sebagai “cholesterol jahat” karena berperan besar dalam proses penyumbatan pembuluh darah. Konsumsi makanan tinggi kadar lemak jenuh juga akan meningkatkan kadar LDL dalam darah. Pemeriksaan ini berfungsi untuk menentukan resiko penyakit kardiovaskular.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
    • Triglycerides
      • Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah untuk mengetahui konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida juga sering disebut lemak darah. Trigliserida dibutuhkan tubuh untuk melepaskan energi sewaktu beraktifitas. Tetapi konsentrasi trigliserida dalam tubuh akan meningkat apabila kalori yang dikonsumsi lebih besar daripada yang digunakan. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardivaskular.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
    • CKMB
      • Creatine kinase-MB (CK-MB) ditemukan terutama pada sel otot jantung. CKMD adalah salah satu dari tiga bentuk (isoenzim) dari creatine kinase (CK).CK-MM (ditemukan di otot skeletal dan jantung). CK-MB (kebanyakan ditemukan dalam jantung, tetapi sejumlah kecil ditemukan di otot rangka). CK-BB (kebanyakan ditemukan di otak dan otot polos, seperti usus dan uterus)
      • CK akan dilepaskan ke dalam darah apabila terjadi kerusakan otot dan peningkatan CK-MB biasanya dapat dideteksi pada seseorang dengan serangan jantung sekitar 3-6 jam setelah onset nyeri dada. Tingkat CK-MB mencapai puncaknya pada 12-24 jam dan kemudian kembali normal dalam waktu sekitar 48-72 jam. Pemeriksaan CKMB dapat dilakukan pada individu dengan tanda nyeri dada atau gejala serangan jantung.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: tidak ada
    • CPK total/ CK total / Creatine kinase
      • CPK atau Creatine kinase adalah enzim yang ditemukan di otot jantung, skeletal, otak dan jaringan lainnya. Meningkatkan kadar CK dalam darah terjadi karena adanya kerusakan otot. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendeteksi inflamasi atau kerusakan otot seperti muscular dystrophy dan juga membantu dalam mendiagnosis serangan jantung /Acute Myocardial infarction.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: tidak ada
    • Homocysteine
      • Homosistein adalah asam amino yang terdapat dalam tubuh dalam jumlah yang sangat kecil. Itu dikarenakan homosistein diubah ke bentuk lain dalam waktu yang singkat. Vitamin B6, B12, dan asam folat berperan dalam proses metabolisme homosistein.Peningkatan kadarhomosistein merupakan tanda defisiensi atau kekurangan vitamin tersebut. Peningkatan homosistein juga berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, stroke, penyakit pembuluh darah perifer (simpanan lemak di arteri perifer), dan pengerasan arteri (aterosklerosis).
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
    • Lp(a)
  • Electrolyte
    • Calcium
      • Pemeriksaan calcium (Ca) mengukur konsentrasi total calcium dalam darah. Calcium adalah salah satu mineral yang melimpah dan berperan penting dalam tubuh. Calcium berperan penting untuk pemberi sinyal kepada sel (cell signaling) supaya kerja otot, saraf dan jantung dapat berfungsi maksimal. Calcium juga dibutuhkan untuk pembekuan darah dan sangat penting dalam pembentukan, kepadatan, dan pemeliharaan tulang.
      • Pemeriksaan calcium berfungsi untuk mendiagnosis, dan memantau berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi konsentrasi calcium dalam darah seperti penyakit atau gangguan pada ginjal, tulang, tiroid, paratiroid, atau saraf, dan kanker tertentu.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada namun dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsi obat tertentu sebelum pemeriksaan
    • Elektrolit (Natrium, Potasium/Kalium, Klorida)
      • Kadar elektrolit dalam darah tergantung pada keseimbangan antara produksi dan ekskresi pada ginjal. Pada umumnya nilai yang tidak normal ditemukan pada pasien yang mengalami kegagalan fungsi ginjal. Pengobatan untuk hipertensi dan penyakit jantung dapat memperngaruhi tingkat cairan elektrolit.
      • Pemeriksaan elektrolit berfungsi untuk Mendiagnosa dan mengukur manajemen fungsi ginjal, endokrin, asam-basa, keseimbangan air, dan kondisi lainnya
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Tidak ada
    • Iron/Fe Serum
      • Pemeriksaan kadar zat besi dalam darah biasanya diperiksa bersamaan dengan TIBC dan transferrin untuk mengetahui kadar zat besi di dalam tubuh.
      • Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dan mendiagnosa defisiensi zat besi atau kelebihan zat besi. Untuk penderita anemia, gabungan dari pemeriksaan tersebut dapat membantu untuk menentukan defisiensi zat besi atau penyebab lain seperti haemolytic anemia.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
    • Magnesium
      • Magnesium adalah mineral yang berperan penting dalam produksi energy, kontraksi otot, fungsi saraf dan membantu dalam pemeliharaan tulang. Magnesium disimpan dalam tulang, sel dan jaringan otot.
      • Pemeriksaan magnesium bertujuan untuk mengukur kadar magnesium dalam darah. kadar magnesium yang abnormal paling sering ditemukan pada kondisi gangguan penyerapan diusus sehingga menyebabkan eksresi berlebihan oleh ginjal. pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi penyakit ginjal, diabetes dan membantu diagnosis ganguan gastrointestinal.
      • Sample: Serum
      • Persiapan khusus: Puasa 10-12 jam
  • Bicarbonate
  • C-peptide
  • Cholinesterase
  • Ferritin
  • Follic Acid
  • Lactate Dehydrogenase (LDH)
  • Total Iron Binding Capacity (TIBC)
  • Vit B12
  • Vit D25OH

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk memengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan.

  • Anti Muellerien Hormone
  • Beta HCG
    • Quantitative hCG (β-hCG), pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur jumlah hCG hadir dalam darah. Ini dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kehamilan. Test ini juga dapat diperiksa, bersama dengan tes progesteron, untuk membantu mendiagnosis kehamilan ektopik, untuk membantu mendiagnosa dan memantau kehamilan yang mungkin gagal, dan / atau untuk memantau wanita setelah keguguran
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
    • Pemeriksaan TSH berfungsi untuk mengevaluasi fungsi tiroid dan / atau gejala dari gangguan tiroid, termasuk hipertiroidisme dan Pemeriksaan TSH sering dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan FT4
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Tyroglobulin
    • Pemeriksaan thyroglobulin digunakan sebagai pertanda tumor untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan kanker tiroid dan memantau kekambuhan.
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Cortisol
    • Pemeriksaan kortisol dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis sindrom Cushing, sebuah kondisi yang berhubungan dengan kelebihan kortisol, atau untuk membantu mendiagnosa insufisiensi adrenal atau penyakit Addison, kondisi yang berhubungan dengankekurangan kortiol. Kortisol adalah hormon yang berperan dalam metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat dan lainnya. Biasanya, tingkat kortisol dalam darah naik dan turun dalam pola "variasi diurnal", memuncak pagi, kemudian menurun sepanjang hari dan mencapai level terendah sekitar tengah malam.
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Dehydroepiandrosterone Sulfate (DHEA-SO4)
    • Pemeriksaann DHEA-SO4 dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan testosterone and hormon pria lainnya (androgen) untuk mengevaluasi fungsi kelenjar adrenal, tumor di kelenjar adrenal, mendiagnosa congenital adrenal hyperplasia.
    • Untuk wanita, pemeriksaan DHEA-SO4 sering dilakukan bersamaan dengan hormon lainnya seperti FSH, LH, estrogen dan testosterone untuk membantu mendiagnosa polycystic ovarian syndrome (PCOS) dan untuk membantu mengeliminasi penyebab lain dari infertilitas danmenstruasi yang tidak teratur.
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada namun sebaiknya dikonsultasikan ke dokter mengenai waktu pemeriksaan/pengambilan sample.
  • Estradiol (E2)
    • Estradiol terutama diproduksi di ovarium pada wanita pra-menopause dan di testis pada pria. Estradiol dikonversi dari estrone pada wanita pasca-menopause. Estradiol ditemukan dalam konsentrasi tertinggi pada wanita yang tidak hamil dan pra-menopause. Konsentrasi estradiol bervariasi pada wanita tergantung pada usia dan status reproduksi.
    • Pemeriksaan ini berfungsi untuk mendiagnosa early-onset puberty, pubertas terlalu cepat atau delayed puberty, terlambat pubertas, amenorrhea, infertilitas, mengevaluasi fungsi ovari, perkembangan ovari dalam pembuahan in vitro, memonitor terapi hormon menopause, anti-estrogen terapi.
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada namum hasilakan berpengaruh pada siklus menstruasi dan kehamilan.
  • Follicle Stimulating hormone (FSH)
    • FSH adalah hormon syang berhubungan dengan reproduksi dan perkembangan sel telur pada wanita dan sel sperma pada pria. Baik untuk pria dan wanita, permeriksaan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan LH, testosterone, estradiol dan atau progresterone untuk mengevaluasi tingkat fertilitas, fungsi organ reproduksi. Pemeriksaan ini juga untuk mengevaluasi kematangan seksual (pubertas) dini atau lambat pada anak.
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: tidak ada namun sample harus diambil pada waktu siklus menstruasi
  • Free Androgen Index (FAI)
  • Free testosterone
  • Free T3
    • Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengevaluasi kelainan tiroid termasuk hipertiiroidisme dan hipotiroidisme, memantau efektifitas pengobatan ganguan tiroid.
    • Sample: serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Free T4
    • Hormon FT4 merupakan hormone T4 yang tidak terikat dan aktif secara fisiologis.
    • Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu diagnosa dan memonitor hipertiroidisme dan hipotiroidisme dan juga memantau efektifitas pengobatan gangguan tiroid.
    • Sample: serum
    • Persiapan khusus: Tidak ada
  • Growth Hormone
    • Pemeriksaan GH berfungsi untuk mengevaluasi fungsi hormone pituitary, gangguan pertumbuhan dan merupakan pemeriksaan lanjutan dari hasil abnormal pemeriksaan hormone yang lain
    • Sample: Serum
    • Persiapan khusus: Pasien harus puasa sekurang-kurangnya 12 jam dan istirahat selama 30 menit sebelum pengambilan darah karena aktifitas yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan hGH
  • Insulin
  • Insulin-like growth factor (IGF-1)
  • Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)
  • Intact Parathyroid Hormone (iPTH)
  • Luteinising Hormone (LH)
  • Progesterone
  • Prolactin
  • Sex Hormone Binding Globulin (SHBG)
  • T3 concentration
  • T4 concentration
  • Testosterone
  • PAP Smear (conventional method)
  • HPV DNA Test (COBAS 4800)
  • LBC ThinPrep
  • ThinPrep + HPV DNA
  • FIT Test
  • Triple Test
  • HBV DNA Quantitative (Viral load)
  • HCV RNA Quantitative (Viral load)
  • HCV RNA Genotyping
  • Direct smear for bacteria (Gram stain)
  • Seminal Appraisal
  • Stool FEME & Occult blood
  • Occult blood
  • Stool FEME
  • Pregnancy
  • Urine FEME
  • Tumour Marker
    • Alpha Fetoprotein (AFP)
    • Beta-HCG
    • Ca 125
    • Ca 153
    • Ca 19.9
    • EBV EA + EBNA-1 IgA (NPC screening)
    • Carcino Embryonic Antigen (CEA)
    • Prostatic Specific Antigen (PSA)
    • Free PSA
    • Helicobacter Pylori Antibody
    • Squamous cell carcinoma (SCC)
    • Neuron Specific Enolase (NSE)
    • Ca 72.4
    • Cyfra 21.1
  • Hepatitis
    • Hepatitis A IgG antibody
    • Hepatitis A IgM antibody
    • Hepatitis Bs Antibody /Anti Hbs
    • Hepatitis Bs Antigen/ HbsAg
    • Hepatitis Bc IgG antibody
    • Hepatits Bc IgM antibody
    • Hepatitis Be Antibody
    • Hepatitis Be Antigen
    • Hepatitis C virus IgG Antibody
  • Torch
    • Cytomegalovirus IgG Antibody
    • Cytomegalovirus IgM Antibody
    • Herpes Simplex Type I IgG Antibody
    • Herpes Simplex Type I IgM Antibody
    • Herpes Simplex Type II IgG Antibody
    • Herpes Simplex Type II IgM Antibody
    • Toxoplasma IgG Antibody
    • Toxoplasma IgM Antibody
    • Rubella IgG Antibody
    • Rubella IgM Antibody
  • Immunoglobulin
    • Immunoglobulin E
    • Immunoglobulin M
    • Immunoglobulin G
    • Immunoglobulin A
  • Arthritis
    • Rheumatoid Factor (quantitative & qualitative)
    • Anti-ds DNA Antibody
    • Anti-Nuclear Antibody
    • Anti-streptolysing antibody (quantitative & qualitative)
    • Anti-CCP
  • Thyroid Screen
    • T3 Concentration
    • T4 Concentration
    • FT3
    • FT4
    • Thyroid Stimulating Hormone
    • Anti-thyroid Peroxidase (aTPO)
    • Anti-thyroglobulin Antibody (aTG)
  • Alpha-1 Antitripsin
  • Chlamydia IgG Antibody
  • Chlamydia IgM Antibody
  • Chikungunya IgM Antibody
  • C-3 Complement
  • C-4 Complement
  • Dengue NS1
  • Dengue IgG & IgM Antibody
  • HIV I & II Antibody
  • Mycoplasma IgG
  • Mycoplasma IgM
  • Procalcitonin
  • Salmonella IgM (Tubex)
  • Treponema Pallidum HA
  • VDRL
  • Widal